Minggu, 06 Juli 2014

MAKALAH ANATOMI SISTEM PENCERNAAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Saluran pencernaan makanan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan (mengunyah, menelan dan pencapuran) dengan enzim dan zat cair yang terbentang mulai dari mulut sampai anus.
Makanan yang dikonsumsi hanya akan diserap dan digunakan oleh tubuh bila telah melalui proses pencernaan. Proses pencernaan itu sendiri ada yang bekerja secara mekanik dan adapula yang bekerja secara kimiawi. Saluran pencernaan ada yang bekerja secara kehendak (volunteer) dan ada pula yang bekerja di luar kehendak (involunter).
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini yaitu bagaimanakah anatomi sistem pencernaan manusia?.
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu untuk membahas mengenai anatomi sistem pencernaan manusia.



BAB II
PEMBAHASAN

A.     Oris/Mulut
Mulut atau oris adalah permulaan saluran pencernaan yang terdiri atas 2 bagian yaitu 1)  bagian luar yang sempit atau vestibulum yaitu ruang diantara gusi, gigi, bibir dan pipi. 2) bagian rongga mulut bagian dalam, yaitu rongga mulut yang dibatasi sisinya oleh tulang maksilaris, palatum dan mandibularis, di sebelah belakang bersambung dengan faring.

Palatum terdiri atas 2 yaitu: Palatum durum (palatum keras) yang merupakan perantara antara rongga hidung dan rongga mulut dan palatum mole (palatum lunak), terletak dibelakang yang merupakan lipatan menggantung yang dapat bergerak.
1.  Geligi (dens)
Geligi ada dua macam:
a.  Gigi sulung, mulai tumbuh pada anak 6-7 bulan dan jumlahnya 20 buah. Terdiri dari: 8 buah gigi seri, (dens insisivus), 4 buah gigi taring (dens kanisus), dan 8 buah gigi geraham (morale)
b.  Gigi tetap (gigi permanen) tumbuh pada umur 6-18 tahun), jumlahnya 32 buah.
2.  Lidah (lingua)
Lidah terdiri dari otot serat lintang dan dilapisi oleh selaput lendir, kerja otot ini dapat digerakan disegala arah.
Lidah terbagi atas 3 bagian yaitu:1)  apex lingua (ujung lidah), 2) dorsum lingua (punggung lidah), 3) dan radix lingua (akar lidah)
3.  Kelenjar ludah
Ada 3 kelenjar ludah (saliva) yaitu : 1) kelenjar parotis, 2) kelenjar (sub lingualis) dan 3) kelenjar sub mandibularis).
B.    Faring (tekak)
Faring merupakan organ yang menghubungkan rongga mulut dengan kerongkongan (eosophagus). Faring terbagi atas 3 bagian yaitu; 1) naso faring, oro faring, dan 3) laringo faring).
 C.    Esophagus

Esophagus merupakan saluran yang menghubungkan tekak dengan lambung, panjangnya + 25 cm, mulai dari faring sampai pintu masuk kardiak di bawah lambung. Esophagus terletak di belakang trakea (tenggorokan) dan di depan tulang punggung.

D.    Lambung (gaster)

Lambung merupakan bagian dari saluran yang dapat mengembang paling banyak terutama di daerah epigaster. Bagiaian lambung terdiri dari :
1.  Fundus ventrikuli, bagian yang menonjol ke atas terletak sebelah kiri osteum kardium dan biasanya penuh berisi gas.
2.  Korpus ventrikuli, setinggi osteum kardium, suatu lekukan pada bagian bawah kurvatura minor.
3.  Antrum pylorus, bagian lambung berbentuk tabung mempunyai otot yang tebal membentuk sfingter pilorus.
4.  Kurvatura minor, terdapat di sebelah kanan lambung, terbentang dari osteum kardiak sampai ke pilorus.
5.  Kurvatura mayor, terbentang dari sisi kiri osteum kardiak melalui fundus ventrikuli menuju ke kanan sampai ke pilorus inferior.
6.  Osteum kardiak, merupakan tempat esophagus bagian abdomen masuk ke lambung. Pada bagian ini terdapat orifisium pilorik.
Susunan lapisan lambung dari dalam ke luar, terdiri dari:
1.  Lapisan selaput lendir (rugae)
2.  Lapisan otot melingkar (muskulus aurikularis)
3.  Lapisan otot miring (muskulus obliqus)
4.  Lapisan otot panjang (muskulus longitudinal)
5.  Lapisan jaringan ikat/serosa (peritoneum)
E.     Usus Halus (intestinum minor)


Usus halus adalah bagia dari sistem pencernaan makanan yang berpangkal pada pilorus gaster dan berakhir pada sekum. Panjangnya + 6 meter, merupakan saluran paling panjang tempat proses pencernaan dan absorbs hasil pencernaan.
Di dalam lapisan usus halus merupakan sel-sel epitel merupakan lipatan mukosa dan mikrovili yang memudahkan proses pencernaan dan absorbsi.`          
Lapisan usus halus terdiri dari:
1.  Lapisan mukosa (sebelah dalam)
2.  Lapisan otot melingkar (M.sirkuler)
3.  Lapisan oror memanjang (M.longitudinal), dan
4.  Lapisan serosa (sebelah luar).
Usus halus terbagi atas 3 bagian yaitu duodenum, jejunum dan ileum.
1.  Duodenum
Disebut juga usus 12 jari, panjangnya + 25 cm, berbentuk sepatu kuda melengkung ke kiri. Pada lengkungan ini terdapat pangkreas. Pada bagian kanan duodenum ini terdapat selaput lendir yang disebut vateri. Pada papila vateri ini bermuara duktus emperdu (duktus koleduokus) dan salurann pangkreas (duktus wirsungi/dukus pankreatikus).
Dinding duodenum mempunyai lapisan mukosa yang banyak mengandung kelenjar yang disebut kelenjar brunner, yang berfungsi memproduksi getah intestinum.
2.  Jejunum dan Ileum
Mempunyai panjang sekitar 6 meter. Dua perlima bagia atas adalah jejunum + 2,5 m dan ileum dengan panjang sekitar 4-5 m. ujung bawah ileum berhubungan dengan sekum dengan perantaran lubang yang bernama orifisium ileosekalis dan diperkuat oleh katup sfingter ileosekalis.

F.     Usus Besar (Intestinum Mayor)
Usus besar panjangnya + 1½ m, lebarnya 5-6 cm. lapisan-lapisan usus besar dari dalam ke luar: selaput lendir, lapisan otot melingkar, lapisan otot memanjang, dan jaringan ikat.
Ada beberapa bagian yang membentuk usus besar :
1.  Sekum
Di bawah sekum terdapat apendiks vermiformis yang berbentuk seperti cacing sehingga disebut juga umbai cacing. Panjangnya sekitar 6 cm, seluruhnya ditutupi oleh peritoneum.
2.    Kolon asenden
Panjangnya sekitar 13 cm, terletak di bawah abdomen, membujur ke atas dari ileum ke bawah hati. Di bawah hati melengkung ke kiri yang disebut fleksure hepatica, dan dilanjutkan sebagai kolon tranvesum.
3.    Kolon tranvesum
Panjangnya sekitar 38 cm, membujur dari kolon asenden sampai ke kolon desendens, sebelah kanan terdapat fleksure hepatica dan sebelah kiri terdapat fleksure renalis.
4.    Kolon desenden
Panjangnya sekitar 25 cm, terletak di bawah abdomen sebelah kiri membujur dari atas ke bawah dari fleksure renalis sampai ke kolon sigmoid.
5.    Kolon sigmoid
Kolon sigmoid merupakan kelanjutan dari kolon desenden, terletak miring dalam rongga pelvis sebelah kiri, bentuknya menyerupai huruf S, ujung bawahnya berhubungan dengan rectum.


G.    Rektum
Rektum  terletak di bawah  kolon sigmoid yang menghubungkan intestinum mayor dengan anus, terletak dalam rongga pelvis depan os sacrum dan os koksigis.
H.    Anus
Anus adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan rectum dengan dunia luar. Terletak di dasar pelvis, dindingnya diperkuat oleh 3 sfingter :
1.  Sfingter ani internus (sebelah atas), involunter.
2.  Sfingter levator ani, bersifat involunter.
3.  Sfingter ani eksternus (sebelah bawah), bersifat volunter.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Saluran pencernaan makanan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan (mengunyah, menelan dan pencapuran) dengan enzim dan zat cair yang terbentang mulai dari mulut sampai anus.
Susunan saluran pencernaan terdiri dari :
1. Oris (mulut)
2. Faring (tekak)
3. Esophagus (kerongkongan)
4. Ventrikulus/gaster (lambung)
5. Intestinum minor (usus halus) :
a. duodenum
b. jejunum
c. ileum
6. Intestinum mayor (usus besar)
a. sekum
b. kolon asendens
c. kolon tranvesum
d. kolon desendens
e. kolon sigmoid
7. Rectum
8. Anus



6.     
DAFTAR PUSTAKA

Dorland. 1994. Kamus Kedokteran. Edis 26. EGC: Jakarta.
Syaifuddin. 2002. Struktur & Komponen Tubuh Manusia. Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta.
Syaifudin. 2006. Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan. Edisi 3. EGC: Jakarta.
Sutarmo Setiaji. 1990. Buku kuliah anatomi fisiologi. Fakultas Kedokteran UI: Jakarta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar