Sabtu, 19 Juli 2014

MakalaH "FISIOLOGI ENDOKDRIN"

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan memadukan fungsi tubuh. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Fungsi mereka satu sama lain saling berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu. Misalnya, medulla adrenal dan kelenjar hipofise posterior yang mempunyai asal dari saraf (neural). Jika keduanya dihancurkan atau diangkat, maka fungsi dari kedua kelenjar ini sebagian diambil alih oleh sistem saraf. Bila sistem endokrin umumnya bekerja melalui hormon, maka sistem saraf bekerja melalui neurotransmiter yang dihasilkan oleh ujung-ujung saraf.
Terdapat dua tipe kelenjar yaitu eksokrin dan endokrin. Kelenjar eksokrin melepaskan sekresinya ke dalam duktus pada permukaan tubuh, seperti kulit, atau organ internal, seperti lapisan traktus intestinal. Kelenjar endokrin termasuk hepar, pankreas (kelenjar eksokrin dan endokrin), payudara, dan kelenjar lakrimalis untuk air mata. Sebaliknya, kelenjar endokrin melepaskan sekresinya langsung ke dalam darah. Kelenjar endokrin termasuk :1. Pulau Langerhans pada Pankreas2. Gonad (ovarium dan testis)3. Kelenjar adrenal, hipofise, tiroid dan paratiroid, serta timus.
B. Tujuan Penulisan
Menjelaskan fisiologi dari Kelenjar Endokrin.




BAB II
PEMBAHASAN
A. Hormon dan Fungsinya
Kata hormon berasal dari bahasa Yunani hormon yang artinya membuat gerakan atau membangkitkan. Hormon mengatur berbagai proses yang mengatur kehidupan. Fungsi hormon yaitu:
1.        Membedakan system saraf pusat dan system reproduktif pada janin yang sedang berkembang.
2.         Menstimulasi urutan perkembangan
3.         Mengkoordinasi dan memelihara system reproduktif
4.         Memelihara lingkungan internal optimal
5.         Melakukan respon korektif dan adaptif ketika terjadi situasi darurat
6.         Menghasilkan hormon yang dialirkan ke dalam darah yang diperlukan oleh jaringan dalam tubuh tertentu
7.         Mengontrol dan merangsang aktivitas kelenjar tubuh
8.         Merangsang pertumbuhan jaringan
9.         Mengatur metabolisme, oksidasi, meningkatkan absorpsi glukosa pada usus
10.     Mempengaruhi metabolism lemak, protein, hidrat arang , vitamin , mineral, dan air
Sistem endokrin mempunyai beberapa fungsi umum :
1.    Menghasilkan hormon-hormon yang dialirkan ke dalam darah yang diperlukan oleh jaringan–jaringan dalam tubuh tertentu.
2.    Mengontrol aktifitas kelenjar tubuh
3.    Merangsang aktifitas kelenjar tubuh
4.    Merangsang pertumbuhan jaringan
5.    Mengatur metabolisme, oksidasi, meningkatkan absorpsi glukosa pada usus halus
6.    Mempengaruhi metabolisme lemak, protein, hidrat arang, vitamin, mineral dan air
Berikut beberapa kelenjar endokrin yang penting  dan hormon yang dihasilkan:
1.  Hormon Hipofise
Disebut “ Master of bland “ karena menghasilkan dan mengatur hormon-hormon pada bagian tubuh lainnya. Terletak di dasar tengkorak (pada bagian Sela Tursika) Fossa pituitary os spenoidal. Berat ± 0,5 gram dan berbentuk seperti kacang segi lima. Terdiri dari 3 lobus: lobus posterior, lobus anterior, lobus intermedia
Hormon yang dihasilkanh oleh kelenjar Hipofise anterior (depan) antara lain:
1.      Adrenatorticotropi homon (ACTH)
Terdiri dari ACRH : Adenocortico Releasing Hormon, dan ACIH : Adenocortico Inhibiting Hormon
     fungsinya
q Mempengaruhi pertumbuhan maturitas dan fungsi organ seks primer dan sekunder.
q Mempengaruhi / merangsang korteks adrenal.
q Mengontrol produksi kortisol.
2.      Grwoth Hormon (GH)
Terdiri dari GRH: Growth Releasing Hormon, dan GIH : Growth Inhibiting Hormon .
Fungsinya:
q  Merangsang pertumbuhan tulang → bertambah panjang.
q  Pertumbuhan dari masa kanak-kanak sampai pubertas.
q  Pada saat pubertas GH tidak mempunyai efek pada tulang karena tulang tidak dapat bertambah panjang lagi.
q  Pertumbuhan dipengaruhi oleh factor interna (genetic, hormone) dan eksterna (makanan, keadaan sakit / sehat).
q  Defisiensi GH sebelum pubertas akan menyebabkan Doorfisme (Dewasa terlambat).
q  Hipersekresi GH pada saat sebelum pubertas (Gigantisme) dan sesudah pubertas (Akromegali).
q  Sekresi GH meningkat pada saat : stress, hipoglikemia, peningkatan asam amino, tidur.
3.      Tirosomatotrofic hormone (TSH)/Tyroid stimulating Hormon
Terdiri dari TRH : Tyroid Releasing Hormon, dan  TIH : Tyroid Inhibiting Hormon
Fungsinya:
q  Merangsang pertumbuhan kelenjar gondok.
q  Berperan penting dalam pembentukan sintesis protein
q  Dalam darah berikatan dengan gama globulin.
4.      Prolactin / Luteotrofic hormone (LTH)
Terdiri dari  PRH : Prolaktin Releasing Hormon, dan PIH : Prolaktin Inhibiting Hormon
Fungsinya:
q  Merangsang pertumbuhan kelenjar mamae (payudara).
q  Sekresi air susu (laktasi)
q  Pada wanita hamil meningkat.
5.      Follicle stimulating hormone (FSH)
Fungsinya:
q  Menyebabkan pertumbuhan follikel di ovarium sebelum ovulasi.
q  Merangsang  pembentukan sperma di testis
6.      Luteinizing Hormon (LH)
Fungsinya
q  Berperan dalam terjadinya ovulasi,
q  Menyebabkan sekresi hormon seks (estrogen dan progesteron) oleh ovarium dan dan testoteron oleh testis.
Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar Hipofise Posterior (belakang) ada dua yaitu:
1.      Antidiuretik hormone (ADH)/ hormone vasopressin
Fungsinya:
q  Menyebabkan ginjal menahan air sehingga kandungan air tubuh meningkat.
q  Pada kosentrasi  yang tinggi menyebabkan penyempitan (vosokontriksi) pembuluh darah seluruh tubuh dan meningkatkan tekanan darah.
2.      Oxytosin
Fungsinya
q  Menyebabkan kontraksi uterus saat persalinan sehingga membantu mengeluarkan bayi dari perut ibunya.
q  Menyebabkan kontraksi mioepitel pada payudar sehingga ASI mengalir saat bayi menyusui.
2.  Kelenjar Adrenal/ Suprarenal
Kelenjar ini terletak diatas ginjal dan berada dibelakang abdomen. Jumlahnya ada 2 bentuknya ceper dan lebih menonjol kebagian kutubnya.  Berat masing-masing kelenjar ini kira-kira 5 - 9 gram. Dan kadang juga di sebut sebagai kelenjar anak ginjal karena menempel pada ginjal.
Kelenjar adrenal terdiri dari 2 lapis yaitu bagian luar disebut korteks adrenal dan bagian dalam disebut medulla adrenal.
a.    Korteks adrenal
Merupakan bagian terbesar dari berat keseluruhan kelenjar Adrenal + 90 % dari berat keseluruhan kelenjar adrenal. Berat bagian ini kira-kira 5–7 gam. Korteks adrenal merupakan bagian keluar dari kelenjar adrenal. Bagian ini terdiri dari sel-sel epitel yang besar dan berisi Limpoid. Sel-sel itu Foam Cell. Korteks adrenal esensial untuk bertahan hidup kehilangan hormone adrenokortikal dapat menyebabkan kematian.
Lapisan dari korteks Adrenal terbagi menjadi 3 bagian yang disebut dengan zona. Yaitu:
1.    Zona glomerul, yaitu lapisan yang paling luar.
2.    Zona fasiculata, yaitu lapisan bagian tengah
3.    Zona retikularis, yaitu lapisan paling dalam dekat dengan medulla.
Ada 3 kelas hormon steroid kortex adrenal:
1.    Mineralkortikoid (aldosteron)
Dibentuk pada zona glomerulos korteks adrenal. Hormon ini mengatur keseimbangan elektrolit dengan meningkatkan retensi natrium dan eksresi kalium. Aktifitas fisiologi ini selanjutnya membantu dalam mempertahankan tekanan darah normal dan curah jantung.
2.     Glukokortikoid (kortisol)
Dibentuk dalam zona fasikulata , kortisol merupakan glukokortikoid uatama pada manusia. Kortisal mempunyai efek pada tubuh antara lain dalam : metabolisme glukosa (glukosaneogenesis) yang meningkatkan kadar gula darah, metabolisme protein, keseimbangan cairan dan elektrolit, inflamasi dan imunitas dan terhadap stessor.
3.    Gonadokortikoid (Hormon seks)
Korteks adrenal mensekresi sejumlah kecil steroid seks dari zona retikularis. Umumnya adrenal mensekresi sedikit androgen dan estrogen dibandingkan dengan sejumlah besar hormone seks yang disekresi oleh gonad. Namun kelebihan produksi hormone seks oleh kelenjar adrenal dapat menimbulkan gejala klinis. Misalnya, kelebihan pelepasan androgen menyebabkan virilisme, sementara kelebihan estrogen (missal : akibat karsinoma adrenal) menyebabkan ginekomastia dan retensi natrium dan air.
b.    Medulla adrenal
Terletak pada bagian dalam dari kelenjar adrenal sel-sel medulla. Adrenal berbentuk lonjong serta tersusun dalam kelompok-kelompok dan sekitarnya terdapat pembuluh darah kapiler. Sel-sel medulla adrenal yang mengeluarkan hormone disebut “ Sel chromaffin”. Medulla adrenal menghasilkan hormone :
Ø Adrenalin : meningkatkan denyut nadi, tekanan darah, denyut jantung dan lain-lain.
Ø Non Adrenalin : vasokontriksi arteri nadi dan meningkatkan kecepatan metabolisme.
3.    Kelenjar Toroid
Terdiri atas 2 buah lobus. Terletak disebelah kanan dari trakea diikat bersama oleh jaringan tiroid. Kelenjar tiroid merupakan kelenjar yang terdapat didalam leher bagian depan bawah melekat pada dinding laring. Kelenjar ini mempunyai dua lobus yaitu lobus kanan dan kiri. Antara kedua lobus dihubungkan dengan isthmus. Isthmus merupakan lapisan tipis dari tyroid.
Pada kelenjar tyroid terdapat 2 sel yaitu sel follicular dan sel para follicular. Sel-sel ini menghasilkan hormone tiroksin (T4) & triodotironin (T3) sedangkan sel parafollicular menghasilkan kalsitonin. Bahan dasar pembentukan hormon-hormon ini adalah yodium yang diperoleh dari makanan dan minuman. Fungsinya:
q  Tiroksin (T3) dan Triodotironin (T4) meningkatkan kecepatan laju reaksi  pada seluruh sel dalam tubuh sehingga meningkatkan laju metabolism secara umum.
q  Colcitonin menyebabkan deposisi kalsium di tulang sehingga mengurangi kosentrasi kalsium di cairan ekstrasel.
Selain itu fungsi hormon tiroid yaitu:
q  Mengatur laju metabolisme tubuh (meningkatkan konsumsi oksigen).
q  Memegang peranan penting dalam pertumbuhan fetus khususnya pertumbuhan syaraf.
q  Mempertahankan sekresi GH dan gonadotropin.
q  Merangsang pembentukan sel darah merah.
q  Efek kronotrofik terhadap jantung yaitu menambah kekuatan kontraksi otot dan menembah frekuensi irama jantung.
q  Mempengaruhi kekuatan dan ritme pernapasan sebagai konpensasi irama jantung tubuh terhadap kebutuhan oksigen akibat metabolisme.
q  Bereaksi sebagai antagonis insulin.
q  Pada anak mempengaruhi perkembangan fisik dan mental.
4. Kelenjar pada pankreas
Pankreas terletak di retroperitoneal rongga abdomen bagian atas, dan terbentang horizontal dari cincin duodenial. Panjang sekitar 10 – 20 cm dan lebar 2,5 – 5 cm. Mandapat pasokan darah dari arteri mesenterika superior dan splenikus.
Kelenjar pancreas berfungsi sebagai kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin. Sebagai kelenjar eksokrin, pancreas menghasilkan enzim-enzim yang membantu proses pencernaan makanan. Sedangkan sebagai kelenjar endokrin, pancreas menghasilkan hormon yang disekresikan kedalam pembuluh darah.
Pulau-pulau langerhans pada pancreas menghasilkan 3 hormon:
  1. Insulin (dihasilkan oleh sel betha)
Fungsi :  memacu masuknya glukosa ke dalam seluruh sel tubuh , dimana cara ini mengatur kecepatan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak sehingga menurunkan kadar glukosa darah.
      Pada hepar
ü Meningkatkan sintesa dan pemyimpanan glukosa
ü Menghambat glikogeolisis, glukoneogenesis, dan ketogenesis
ü Meningkatkan sintesa trigliserida dari asam lemak bebas di hepar
        Pada otot
ü Meningkatkan sintesa protein
ü  Meningkatkan transportasi asam amino
ü Meningkatkan glikogenesis
        Pada jaringan lemak
ü  Meningkatkan sintesa trigliserida dari asam lemak bebas
ü  Meningkatkan penyimpanan trigliserida
ü  Menurunkan lipolisis
  1. Glukagon (dihasilkan oleh sel alpha)
Fungsi : Meningkatkan pelepasan glukosa dari hati masuk ke       sirkulasi cairan tubuh. Glukagon meningkatkan glikogenolisis (pemecahan glikogen menjadi glukosa) dan meningkatkan glukoneogenesis. Dalam metabolisme lemak .
3.      Somastotatin (dihasilkan oleh sel darah/delta)
Fungsi : menurunkan sekresi insulin, glukogan, pertumbuhan hormon, dan beberapa hormon gastrointesrinal.
q Organ dan sasaran hormon-hormon tersebut adalah hepar, otot, dan jaringan lemak. Glukagon dan insulin memegang peranan penting dalam metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Bahkan keseimbangan kadar gula darah sangat dipengaruhi oleh hormon-hormon tersebut.
5. Kelenjar Kelamin (Gonad)
Kelenjar ini berbentuk pada minggu-minggu gestasi dan tampak jelas pada minggu kelima. Difrensiasi jelas dengan mengukur kadar testosterone rektal yang terlihat jelas pada minggu ketujuh dan kedelapan gestasi. Keaktifan kelenjar gonad terjadi pada masa pre pubertas dengan meningkatnya sekresi gonadotropin (FSH dan LH) akibat penurunan inhibisi steroid
  1. Testis
Merupakan kelenjar endokrin yang terdapat pada laki-laki. Dua buah testis ada dalam skrotum.
2 fungsi yaitu sebagai organ endokrin dan organ reproduksi. Testis menghasilkan hormone: testosterone dan estradiol dibawah pengaruh LH. Testosteron diperlukan untuk mempertahankan spermatogenesis, sementara FSH diperlukan untuk memulai dan mempertahankan spermatogenesis.
Struktur dari testis itu sendiri yaitu terbentuk oval (lonjong) dengan berat kira-kira   10 – 14 gram. Panjangnya 4 – 5 cm dan lebar 2,5 cm. Masing-masing testis terdiri dari lilitan tubulus seminiferus yang menghasilkan sperma. Diantara tubulus seminiferus terdapat sel-sel yang menghasilkan hormone kelamin.
Sel-sel yang menghasilkan hormone kelamin tersebut adalah Interstitial Cells atau sel leyding. Sel-sel tersebut mengeluarkan hormone kelamin laki-laki (androgen) yaitu hormon testosterone.
Efek testosteron pada fetus merangsang diferensiasi & perkembangan genital kearah pria. Pd masa pubertas hormone ini akan merangsang perkambangan tanda-tanda seks sekunder. Seperti bentuk tubuh, perkembangan dan pertumbuhan alat genital, distribusi rambut tubuh, pembesaran laring, penebalan pita suara serta perkembangan sifat agresif. Sebagai hormon anabolik, akan merangsang pertumbuhan dan penutupan epifise tulang.
2.    Ovarium
 Merupakan kelenjar endokrin pada wanita, berfungsi sebagai organ endokrin juga sebagai organ reproduksi. Struktur dari ovarium yaitu terdiri dari 2 buah, berbentuk memanjang dengan panjang kira-kira 2,5 cm, lebar 1,5 – 3 cm dan tebalnya 0,6 – 1,5 cm serta letaknya pada bagian pelvic abdomen pada sisi uterus.
Sebagai organ endokrin, ovarium menghasilkan hormone estrogen dan progesterone sebagai organ reproduksi, ovarium menghasilkan ovum (sel telur) setiap bulannya pada masa ovulasi untuk selanjutnya siap untuk di buahi sperma.
Estrogen dan progesteron akan mempengaruhi perkembangan seks sekunder, menyiapkan endometrium untuk menerima hasil konsepsi serta mempertahankan proses laktasi. Estrogen dibentuk oleh sel-sel granulose folikel dan sel lutein korpus luteum. Progesterone dibentuk oleh sel lutein korpus luteum sebagai respon terhadap sekresi luteinizing hormon. Ovarium  Menghasilkan hormone estrogen dan progersteron, fungsinya:
q Estrogen merangsang perkembangan organ-organ seks wanita, payudara, dan tanda-tanda seks sekunder.
q Progersteron merangsang sekresi sekret  uterus (uterine milk) oleh kelenjar endometrium, juga membantu perkembangan  alat-alat sekretorius dari payudara.

6.  Kelenjar timus
Merupakan organ Lymphoid yang terdiri dari 2 bagian /lobus. Kelenjar ini terletak dibelakang sternum pada bagian depan rongga mediastinum (ruangan pada bagian tengah rongga dada), bifurcation (percabangan) trakhea.
Berat kelenjar ini pada bayi kira-kira 10 gram. Ukuran tersebut akan bertambah setelah masa remaja sampai mencapai 30 – 40 gram. Tetapi setelah dewasa ukurannya akan mengecil. Hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh adanya aktivitas hormone steroid adrenal. Kelenjar timus menghasilkan satu bahan yang berperan dalam perkembangan sel induk limfosituntuk mempertahankan kekebalan tubuh.
7.   Kelenjar Pineal
Terletak pada otak tengah (midbrain), berada diantara hemisphere cerebral otak pada bagian posterior ventrikel III.
Kelenjar pineal menghasilkan suatu substansi sekresi yang disebut melatonin. Hormon ini belum banyak diketahui kemungkinan berperan dalam pengaturan waktu haid dan berperan dalam pematangan kelenjar kelamin.
7. Hormon Plasenta
q  Human chorionic gonadotropin (HCG) merangsang korpus luteum dan sekresi estrogen dan progersteron oleh korpus luteum.
q  Estrogen merangsang pertumbuhan organ-organ seks ibu dan beberapa jaringan dari fetus.
q  Progesterone merangsang perkembangan khusus endometrium uterus pada proses implantasi ovum yang telah dibuahi.
q  Human somatomammotropin kemungkinan berpengaruh pada pertumbuhan jaringan dan organ fetus (janin) juga berpengaruh pada perkembangan payudara ibu hamil.
8. Kelenjar Paratiroid
Kelenjar ini menempel pada bagian anterior dan posterior kedua lobus kelenjar tiroid oleh karena itu kelenjar paratiroid berjumlah 4 buah (terletak dipermukaan belakang kelenjar tiroid). Ukuran masing-masing kira-kira 5x52 mm. Memiliki berat masing-masing 25 – 30 mg sehingga berat keseluruhan kira-kira 120 mg.
Kelenjar ini terdiri dari 2 jenis sel yaitu chief cells dan oxyphill cells.Chief cells merupakan bagian terbesar dari kelenjar paratiroid, mensintesa dan mensekresi hormone paratiroid /parathormon (PTH).
Fungsinya yaitu:
q  Parathormon mengontrol kosentrasi kalsium eksrasel dengan cara mengontrol absorbs kalsium dari usus, eksresi kalsium oleh ginjal dan pelepasan kalsium dari tulang.
q  Pharathormon mengatur metabolisme kalsium dan posfat tubuh organ targetnya adalah tulang, PTH mempertahankan reabsorpsi tulang sehingga kalsium serum meningkat.
q  Di tubulus ginjal, PTH mengaktifkan vitamin D. Dengan vitamin D yang aktif akan terjadi peningkatan absorpsi kalsium dan posfat.
q  Selain itu hormone ini pun akan meningkatkan reabsorpsi Ca dan Mg tubulus ginjal, meningkatkan P, Hco3 dan Na karena sebagian besar kalsium disimpan ditulang maka efek PTH lebih besar terhadap tulang.
B. Klasifikasi Hormon
Hormon diklasifikasikan sebagai hormon yang larut dalam air atau yang larut dalam lemak. Hormon yang larut dalam air termasuk polipeptida (mis., insulin, glukagon, hormon adrenokortikotropik (ACTH), gastrin) dan katekolamin (mis., dopamin, norepinefrin, epinefrin)Hormon yang larut dalam lemak termasuk steroid (mis., estrogen, progesteron, testosteron, glukokortikoid, aldosteron) dan tironin (mis., tiroksin). Hormon yang larut dalam air bekerja melalui sistem mesenger-kedua, sementara hormon steroid dapat menembus membran sel dengan bebas.
Secara komia, hormon diklasifikasikan dalam 3 tipe:
1. Hormon steroid
Hormon-hormon ini secara struktur kimiawi mirip kolestrol dan kebanyakan memang adalah turunan /derivate dari kolestrol. Yang termkasud hormon steroid adalah hormon kosteks adrenal (cortisol dan aldosteron), hormon ovarium (estrogen dan progesterone), hormon testis (testoteron) dan hormon plasenta (estrogen dan progersteron).
2. Turunan asam amino tyrosin
Terdapat 2 kelompok hormon yang merupakan derivate asam amino trysin yaitu kedua macam hormon tiroid (tiroksin dan triodotironin)  yang merupakan iodinase dari tyrosin, dan hormon medula adrenal (epenefrin dan norepinefrin).
3. Hormon protein atau peptide
Semua hormon yang pentin selain hormon 2 klasifikasi di atas termasuk hormon protein/peptide atau turunannya. Misalnya semua hormon hipofise anterior, homon ADH dan oxytosin,  insulin dll.
C. Regulasi Hormon
1. Peran hipotalamus dan kelenjar hipofise
Dua kelenjar endokrin yang utama hádala hipotalamus dan hipofise. Aktivitas endokrin dikontrol secara langsung dan tak langsung oleh hipotalamus, yang menghubungkan sistem persarafan dengan sistem endokrin. Dalam berespons terhadap input dari area lain dalam otak dan dari hormon dalam dalam darah, neuron dalam hipotalamus mensekresi beberapa hormon realising dan inhibiting.
Hormon ini bekerja pada sel-sel spesifik dalam kelenjar pituitary yang mengatur pembentukan dan sekresi hormon hipofise. Hipotalamus dan kelenjar hipofise dihubungkan oleh infundibulum.Hormon yang disekresi dari setiap kelenjar endokrin dan kerja dari masing-masing hormon. Perhatikan bahwa setiap hormon yang mempengaruhi organ dan jaringan terletak jauh dari tempat kelenjar induknya. Misalnya oksitosin, yang dilepaskan dari lobus posterior kelenjar hipofise, menyebabkan kontraksi uterus. Hormon hipofise yang mengatur sekresi hormon dari kelenjar lain disebut hormon tropik. Kelenjar yang dipengaruhi oleh hormon disebut kelenjar target.
2. Sistem umpan balik   
Kadar hormon dalam darah juga dikontrol oleh umpan balik negatif manakala kadar hormon telah mencukupi untuk menghasilkan efek yang dimaksudkan, kenaikan kadar hormon lebih jauh dicegah oleh umpan balik negatif. Peningkatan kadar hormon mengurangi perubahan awal yang memicu pelepasan hormon. Misalnya peningkatan sekresi ACTH dari kelenjar pituitari anterior merangsang peningkatan pelepasan kortisol dari korteks adrenal, menyebabkan penurunan pelepasan ACTH lebih banyak.
Kadar substansi dalam darah selain hormon juga memicu pelepasan hormon dan dikontrol melalui Sistem umpan balik. Pelepasan insulin dari pulau langerhan di pankreas didorong oleh kadar glukosa darah.
3. Aktivasi sel-sel target
Manakala hormon mencapai sel target, hormon akan mempengaruhi cara sel berfungsi dengan satu atau dua metoda, pertama melalui penggunaan mediator intraselular dan kedua mengaktifkan gen-gen di dalam sel. Salah satu mediator intraselular adalah cyclic adenosine monophosphate (cAMP), yang berikatan dengan permukaan dalam dari membran sel. Ketika hormon melekat pada sel, kerja sel akan mengalami sedikit perubahan. Misalnya, ketika hormon pankreatik glukagon berikatan dengan sel-sel hepar, kenaikan kadar AMP meningkatkan pemecahan glikogen menjadi glukosa.
Jika hormon mengaktifkan sel dengan berinteraksi dengan gen, gen akan mensitesa mesenger RNA (mRNA) dan pada akhirnya protein (mis., enzim, steroid). Substansi ini mempengaruhi reaksi dan proses selular.1. Struktur dan fungsi hipotalamusHipotalamus terletak di batang otak tepatnya di dienchepalon, dekat dengan ventrikel otak ketiga (ventrikulus tertius) Hipotalamus sebagai pusat tertinggi sistem kelenjar endokrin yang menjalankan fungsinya melalui humoral (hormonal) dan saraf. Hormon yang dihasilkan hipotalamus sering disebut faktor R dan I mengontrol sintesa dan sekresi hormon hipofise anterior sedangkan kontrol terhadap hipofise posterior berlangsung melalui kerja saraf. Pembuluh darah kecil yang membawa sekret hipotalamus ke hipofise disebut portal hipotalamik hipofise.
Hormon-hormon hipotalamus antara lain:a. ACTH : Adrenocortico Releasing Hormonb. ACIH : Adrenocortico Inhibiting Hormonc. TRH : Tyroid Releasing Hormpnd. TIH : Tyroid Inhibiting Hormone. GnRH : Gonadotropin Releasing Hormonf. GnIH : Gonadotropin Inhibiting Hormong. PTRH : Paratyroid Releasing Hormonh. PTIH : Paratyroid Inhibiting Hormoni. PRH : Prolaktin Releasing Hormonj. PIH : Prolaktin Inhibiting Hormonk. GRH : Growth Releasing Hormonl. GIH : Growth Inhibiting Hormonm. MRH : Melanosit Releasing Hormonn. MIH : Melanosit Inhibiting Hormon
Hipotalamus sebagai bagian dari sistem endokrin mengontrol sintesa dan sekresi hormon-hormon hipofise. Hipofise anterior dikontrol oleh kerja hormonal sedang bagian posterior dikontrol melalui kerja saraf.



BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan memadukan fungsi tubuh. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Fungsi mereka satu sama lain saling berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu. Misalnya, medulla adrenal dan kelenjar hipofise posterior yang mempunyai asal dari saraf (neural). Jika keduanya dihancurkan atau diangkat, maka fungsi dari kedua kelenjar ini sebagian diambil alih oleh sistem saraf.
Bila sistem endokrin umumnya bekerja melalui hormon, maka sistem saraf bekerja melalui neurotransmiter yang dihasilkan oleh ujung-ujung saraf. Fungsi dari kelenjar endokrin secara umum adalah:
1.        Menghasilkan hormon-hormon yang dialirkan ke dalam darah yang diperlukan oleh jaringan –jaringan dalam tubuh tertentu.
2.        Mengontrol aktifitas kelenjar tubuh
3.        Merangsang aktifitas kelenjar tubuh
4.        Merangsang pertumbuhan jaringan
5.        Mengatur metabolisme, oksidasi, meningkatkan absorpsi glukosa pada usus halus
6.        Mempengaruhi metabolisme lemak, protein, hidrat arang, vitamin, mineral dan air



DAFTAR PUSTAKA

Anatomi Pisiologi untuk Mahasiswa keperawatan \penulis, Syaifudin;editor Monika ester,-Edisi3-Jakarta:EGC.2006
Irfan Idris, dkk. 2006. Diktat Fisiologi FK-UNHAS. Makassar.
Scanlon, Valerie., 2007. Buku Ajar Anatomi dan Fisiologi Edisi 3. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Sirregar, Haris., 1995. Fisiologi Gastrointestinal. Fakultas Kedokteran UNHAS. Makassar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar